Halaman Depan

Senin, 14 Maret 2011

Bagaimana Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas di Pekanbaru?

Beberapa hari lalu surat kabar umum Tribun Pekanbaru mengambil tema ini untuk diperbincangkan bersama warga kota. Saya membaca komentar masyarakat, baik di media cetak maupun di halaman facebook surat kabar tersebut, dan menemukan hal-hal menarik yang dapat diulas untuk memancing komentar lanjutan tentunya.

Pekanbaru, kota dengan luas lebih dari 600 Km2, hanya berbeda 50 km2 dari DKI Jakarta. Menakjubkan. Saya langsung membayangkan jika Pekanbaru berkembang pesat di tahun-tahun yang akan datang dan langsung merasa ngeri jika Pekanbaru menjelma seperti Jakarta saat ini. Dengan karakter masyarakat yang rada susah senyum, tak terbayangkan apa yang akan terjadi jika masalah ruwetnya kota Pekanbaru menyamai ruwetnya kota Jakarta.

Namun saya lalu mengucap syukur. Pekanbaru bukan Jakarta. Pekanbaru masih memiliki banyak kawasan terbuka hijau, walau sebenarnya lambat laun juga beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. Dan walaupun kawasan perkotaan Pekanbaru juga makin padat, masih ada generasi muda yang mulai unjuk pendapat mengenai kelangsungan hidup kota yang ditinggali lebih dari 800.000 penduduk ini.

Kembali kepada tema bahasan, yaitu kemacetan lalu lintas. Seperti yang saya baca, tanggapan para tribuner (ungkapan bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam interaksi media tribun pekanbaru dengan masyarakat), usulan untuk mengatasi masalah ini antara lain:
(1) penambahan luas jalan, baik dengan pembangunan jalan tol, jalan layang, ataupun pelebaran badan jalan;
(2) desinsentif pengguna kendaraan motor pribadi, dengan cara peningkatan pajak kendaraan, pengurangan pasokan bahan bakar hingga pada pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi untuk tiap keluarga;
(3) pelaksanaan peraturan, dengan cara penyediaan prasarana aturan berlalu lintas (rambu), sosialisasi peraturan lalu lintas kepada masyarakat, dan penertiban oleh aparatur yang bertugas;
(4) penyediaan alternatif alat transportasi masal seperti bus trans metro, kereta bawah tanah, dan alat transportasi sungai.

Saya sangat mendukung rekan-rekan sesama penghuni Kota Pekanbaru yang telah menyisihkan waktunya untuk memberi komentar di media massa. Tidak sekedar komentar, namun usulan positif. Hal ini menunjukkan bahwa warga Kota Pekanbaru telah sadar bahwa masalah lalu lintas butuh penanganan segera. Ketidaknyamanan berkendaraan akan menimbulkan akibat yang tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Kenapa? Karena kemacetan identik dengan peningkatan emosi pengendara yang akan terbawa hingga tempat tujuan. Terbayang, bukan, jika seseorang yang hendak ke kantor terjebak macet dan bersitegang dengan pengguna kendaraan lainnya? Bukannya langsung bisa bekerja dengan semangat, orang tersebut harus menyisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan emosi. Akibatnya kinerja pun mengalami penurunan. Selain itu macet juga menyebabkan meningkatnya penggunaan bahan bakar untuk kendaraan yang berakibat pada meningkatnya jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk berkendaraan.

Dari seluruh usulan yang diajukan rekan sekalian, saya lebih cenderung setuju dengan opsi keempat, yaitu menyediakan dan mengoptimalkan keberadaan kendaraan umum masyarakat. Kenapa demikian? Karena dengan menggunakan kendaraan umum, masyarakat akan mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus. Keuntungan tersebut antara lain:
(1) Tidak direpotkan dengan pemeliharaan kendaraan pribadi, mulai dari keharusan mengisi bahan bakar, membersihkan dan menyervis kendaraan, hingga pengurusan pajak kendaraan yang walau setahun sekali juga menyita 1-2 hari kerja.
(2) Tidak direpotkan dengan jas hujan (bagi pengendara kendaraan roda 2) dan kerepotan mencari lokasi parkir yang strategis di masa-masa padat kendaraan.
(3) Lebih mengenal sesama penduduk kota karena duduk di kendaraan umum (apalagi jika waktunya lama) tidak menutup kemungkinan melakukan percakapan ringan dengan teman sebangku.
(4) Ikut memastikan bahwa uang yang kita serahkan pada negara dalam bentuk pajak terbayarkan pada penyediaan sarana dan prasarana umum.

Untuk sementara mungkin baru empat keuntungan tersebut yang dapat saya sebutkan. Namun tidak menutup kemungkinan ada keuntungan-keuntungan lain yang mungkin diperoleh dengan memanfaatkan fasilitas umum di bidang transportasi.

Namun tentu saja, kondisi tersebut diatas juga tidak lepas dari penyediaan angkutan umum yang memadai dan “sehat”. Kota Pekanbaru dengan luasan yang tidak kecil serta terbagi menjadi dua kawasan perkotaan Utara (Rumbai) dan Selatan harus benar-benar diperlengkapi dengan sistem transportasi masal yang handal dan nyaman. Dengan demikian, lambat laun masyarakat tentunya akan lebih memilih angkutan umum dari pada kendaraan pribadi, khususnya untuk aktivitas yang bersifat rutin. Dan jika pemerintah sudah siap dengan infrastruktur transportasi masalnya, tak ada salahnya jika kemudian memberlakukan pembatasan bahan bakar bagi kendaraan pribadi. Seperti kata iklan yang santer ditayangkan di media televisi, HEMATTT!!!!

7 komentar:

PhotoBlog mengatakan...

Ulasannya menarik... Selain transportasi harus nyaman, juga tetap harus memenuhi akses ke pelosok-pelosok kota. Jangan di jalan protokol aja... Kalau saat ini, aku itung2, biaya naik kendaraan pribadi masih lebih murah. Karena untuk nyampe ke rumah, harus gonta-ganti kendaraan. Biayanya jadi lebih mahal. Ini juga salah satu pertimbangan kenapa malas naik kendaraan umum.

Unknown mengatakan...

Terima kasih atas komentarnya. Sangat setuju. Memang harus ada pengaturan secara detail mengenai angkutan umum agar masyarakat di segala pelosok kota terlayani dengan biaya yang rasional. Ada bagusnya juga jika dikombinasikan dengan sosialisasi kepada masyarakat agar memilih bermukim di tempat yang dekat dengan tempat kerja, atau mungkin perlu juga sebaliknya, membangkitkan lapangan kerja dekat dengan kantong-kantong permukiman, agar pergerakan harian masyarakat dapat diperpendek.

Unknown mengatakan...

hmmmmm....tata kota...menarik !
ada 3 unsur utama yang membuat apa yang kita inginkan menjadi kenyataan...
1. perencanaan yang matang dan baik
2.Pelaksanaan yang konsisten, terpola, terarah serta sesuai dengan kultur daerah masing-masing...artinya tetap kontekstual.
3. Pengawasan, sederhananya polisi atau apapun instansinya yang bersangkutan mau menindak yang salah, sesuai dengan hukum yang ada, kalau kata Karni Ilyas "law enforcement"(tlg koreksi klu salah) di jalan...
bila tiga point di atas berjalan maka setidaknya satu sisi sudah baik.
nah yang lain dari sudut perencanaan tata kota, dimana harus di rencanakan tata ruang perkotaan yang baik, yang juga harus di laksanakan secara konsisten, sitem sirkulasi yang di rencanakan merupakan connection facility inter zoning yang di buat dalam kota tersebut,di buat dengan klasifikasi yang sesuai kebutuhan, sistim ini tidak hanya menyangkut inter connecting yang terjadi antar zona tersebut tetapi juga memfasilitasi besaran dan bentuk sarana dan prasarana transportasi itu sendiri, setelah itu pemerintah sebagai regulator membuat pedoman aturan sistem transportasi,melaksanakan serta mengawasinya dengan ketat, dan kita sebagai pengguna juga berperan besar dalam kelancaran arus transportasi di sebuah perkotaan...ya...harus taat dan patuh terhadap rambu-rambu dan aturan yang ada...hhh, itu aja masukan dari saya bila ada yang kurang, mohon di tambahkan sendiri dan kalau masih juga macet ya...Takdir.Selamat untuk Bu Vitri sukses selalu...

Unknown mengatakan...

terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Pak Wawan..

Untuk sementara saya cuma bisa setuju tanpa dapat menambah hal baru. Memang perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi harus berjalan simultan agar program pembangunan bisa sukses.

Sukses juga untuk Pak Wawan..

ini rizal mengatakan...

Kok gak apdet lagi mbak.....
salam kenal

saran mbak, chapta komen dihilangkan aja, yg komen jadi males ntar.

(¯`•._.•rizalar•._.•´¯)

Anonim mengatakan...

salam BLOGGER dan salam kenal dari blogger asal kota padang, sumatra barat.
maaf,saya masih Newbie
yozidahfilputra.blogspot.com ocu

Unknown mengatakan...

Terima kasih Rizalar..
Mudah2an segera bisa update. Sedang nunggu kelengkapan bahan tulisan
Soal captcha setengah pasrah dan setengah disengaja. Jadi yang berhasil komen adalah yang bener2 niat ^_^

Salam kenal kembali untuk Yosidahfilputra